Berita DP3A

Galakkan Semangat Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Dinas P3A Provinsi Sulawesi Tengah Nonton Bareng Film 'Suamiku Lukaku'

Selasa, 2 Juni 2026
Galakkan Semangat Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Dinas P3A Provinsi Sulawesi Tengah Nonton Bareng Film 'Suamiku Lukaku'

Palu - Bertempat di studio XXI Grand Mall Palu, keluarga besar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan nonton bareng berbaur dengan masyarakat umum, Senin (1/6/2026).


Film yang menampilkan keberanian seorang perempuan untuk keluar dari lingkaran Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menginspirasi keluarga besar  dinas P3A Provinsi Sulawesi Tengah melakukan nonton bareng tersebut 


Kepala Dinas P3A Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Yudiawati V. Windarrusliana, S.K.M., M.Kes mengungkapkan bahwa pengendalian kekerasan dalam rumah tangga khususnya terhadap perempuan dan anak itu harus dimulai dari diri masing-masing.

"Film adalah salah satu media kampanye, sehingga nonton bareng keluarga besar Dinas P3A kali ini muaranya adalah untuk memberikan gambaran kepada kita dampak buruk KDRT terhadap keluarga, sehingga pengendaliannya pun kita mulai dari diri masing-masing dan diharapkan bisa mengalir ke keluarga, komunitas dan lingkungan sekitar, terlebih kampanye pengendalian KDRT itu memang salah satu peran utama Dinas P3A", urai Kadis saat menjawab pertanyaan inisiatif melakukan nonton bareng tersebut.


Dalam kesannya, Kadis menyampaikan bahwa dari film ini memberikan pesan penting untuk diterapkan dalam pencegahan dan pengendalian KDRT.


"pertama, tidak boleh ada KDRT, kedua, harus berani melaporkan kekerasan dalam rumah tangga kepada yang berwajib, dan yang ketiga adalah khusus bagi perempuan yang mengalami KDRT harus berani mengambil keputusan dalam rumah tangganya untuk masa depan, dirinya, anaknya dan keluarganya", ungkap Kadis usai acara nonton bareng tersebut.

Film yang disutradarai Ssharad Sharaan dan Vina Westi tersebut mengurai kekerasan fisik dan verbal dari seorang suami, Irfan yang diperankan Baim Wong kepada Istrinya, Aminah yang diperankan Acha Septriasa.


Dari tokoh Aminah, mengesankan bahwa kekerasan dalam rumah tangga kadang memaksa tersembunyi dari luar, karena malu, takut dan khawatir tekanan sosial yang justru membuat siklus kekerasan terus berlanjut.


Sampai tiba saatnya muncul kesadaran untuk berani bersuara untuk keluar dari lingkaran Kekerasan dan mencari perlindungan hukum dan keadilan sehingga tidak mesti dihadapi sendirian.


Secara keseluruhan, film 'Suamiku Lukaku' mengesankan bahwa cinta atau pernikahan tidak boleh menjadi alasan untuk membenarkan kekerasan.(dp3a.st-0626)

Powered by Froala Editor

Share this article

Kontak Kami